Tips Penggunaan Alat Elektronik Untuk Makanan Si Kecil

Selepas jaman dukungan ASI eksklusif sepanjang enam bulan awal jaman pertumbuhan buah hati, bayi butuh makanan pendamping tak hanya ASI atau dikenal bersama dengan MPASI. Pengalaman pertama inilah, ibu wajib mempersiapkan MPASI bersama dengan baik.

Agar nutrisi makanan tidak hilang, tetapi bersama dengan pengolahan yang pas dan cepat. Saat ini para Ibu mampu beri tambahan MPASI bersama dengan tekstur makanan yang amat halus bersama dengan menggunakan food processor, atau blender spesifik yang sudah teruji oleh pakar, agar safe digunakan.

Pemilihan Alat Elektronik Untuk Makanan Bayi

Si kecil sudah bisa mengonsumsi MPASI. Tentunya, ibu akan mempersiapkan makanan yang bergizi untuk bayi. Ini saatnya ibu belanja peralatan dan perlengkapan membuat MPASI yang mungkin biaya nya bisa kalian dapatkan dari daftar sbobet terpercaya. Kira-kira ibu lebih baik belanja food processor atau blender, ya? Sebelum membelinya, ibu wajib memahami sebagian fakta kedua barang berikut didalam memproses MPASI.

Blender Lebih Cocok Mengolah Makanan Cair

Makanan bayi yang baru memulai MPASI kebanyakan bertekstur padat, tetapi halus. Untuk itu, ibu butuh peralatan memproses ASI yang mampu menghaluskan bahan makanan. Beberapa ibu memilih blender untuk menghaluskan bahan-bahan MPASI bayi. Terutama, waktu membuat sup, pure, atau jus untuk si kecil. Tidak terlalu sulit karena saat ini sudah alat elektronik buatan Indonesia yang sudah menyebar dipasaran sehingga lebih mudah untuk didapat.

Sebenarnya, blender sesuai untuk membuat bahan makanan yang sedikit cair. Peralatan matang ini berfungsi untuk mencampur dan menghaluskan makanan lunak. Itu sebabnya, blender sesuai untuk membuat jus, smothies, dan bumbu masakan. Bila ibu mendambakan membuat pure, wajib beri tambahan air putih agar mata pisau blender mampu bekerja maksimal.

Sedangkan jikalau ibu hanya mendambakan menghaluskan makanan kering untuk MPASI, blender akan butuh waktu yang lama. Hal ini disebabkan mata pisaunya kecil. Kalau ibu memaksakan untuk blender bahan makanan yang keras, bisa-bisa alat selanjutnya akan rusak.

Penggunaan Blender Yang Salah Dapat Mengurangi Nutrisi MPASI

Beberapa penelitian menyatakan panas yang berasal berasal dari putaran pisau blender mampu menguraikan sebagian zat gizi yang terdapat didalam bahan-bahan MPASI. Selain itu, untuk memproses makanan di didalam blender, ibu butuh tambahan cairan. Bila kelebihan cairan, MPASI untuk si kecil jadi encer dan tidak mampu dikunyah.

Menurut WHO, bayi sesungguhnya direkomendasi untuk mengonsumsi makanan halus untuk menu MPASI-nya. Namun, halus bukan artinya encer ataupun cair. Menu MPASI yang amat encer menandakan ada amat banyak cairan di didalam kandungannya. Hal selanjutnya juga berati nutrisi MPASI yang diolah banyak yang hilang. Akibatnya, bayi kekurangan gizi yang dibutuhkan.

Food Processor Memotong Bahan MPASI Lebih Kasar

Ketika bayi berusia 9-12 bulan, giginya pun jadi tumbuh satu-persatu. Kemampuan oro-motorik atau gerak gigi pun sudah meningkat. Bila gejala selanjutnya muncul, itu artinya si kecil sudah siap mengonsumsi MPASI yang lebih kasar. Misalnya, bubur tim ataupun sebagian makanan yang dicincang.

Saat itulah, ibu wajib meninggalkan blender. Ini sebab blender lebih sesuai membuat MPASI yang amat halus. Food processor mampu jadi pilihan ibu untuk memproses MPASI bayi yang sudah mampu mengunyah. Alat ini punyai manfaat yang lebih banyak didalam membuat MPASI.

Mulai berasal dari mencacah, memotong, memarut, mengiris, hingga mencampur berbagai bahan makanan tanpa beri tambahan air. Food processor sesuai untuk membuat sereal bayi. Alat ini amat praktis untuk digunakan agar sangat mungkin ibu yang repot mampu membuat MPASI rumahan sendiri.

Saat menggunakan food processor, ingat untuk tidak beri tambahan cairan ke dalamnya. Ini sebab makanan cair hanya akam membuat food processor mengalami kebocoran dan tidak mampu diginakan lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *